Antisipasi Lonjakan Harga dengan Pasar TIPD

img

Kepala Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltim HM Yadi Robyan Noor dan rombongan mengunjungi Disperidag Kota Batam.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BATAM-Satu inovasi menarik dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Batam, Provinsi Kepualauan Riau.

Demi menjaga stabilitas harga dan stok bahan kebutuhan pokok, sekaligus menekan inflasi, kota seluas 415 km2 itu membuat Pasar TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah).

“Batam ini tidak punya kebun pak. Jadi murni mengandalkan jasa. Sebab itu, kami perlu mengantisipasi lonjakan harga dan menjamin ketersediaan barang, salah satunya dengan Pasar TPID ini,” kata Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau saat menerima kunjungan Kepala Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltim HM Yadi Robyan Noor dan rombongan,   Selasa (22/6/2021).

Pasar TPID ini berada di Komplek Dreamland, Tanjungriau, Sekupang, beroperasi sejak Januari 2021. Masyarakat Batam sangat terbantu dengan keberadaan pasar yang menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok dengan harga distributor. Pasar ini memiliki 250 kios dan 56 lapak.

Gustian Riau mengungkapkan sejak awal direncanakan, pasar ini tidak mengalami penolakan dari masyarakat, khususnya para pedagang dan pengecer. Asosiasi distributor dan asosiasi pedagang kaki lima di Batam sangat mendukung kehadiran pasar ini.

Di pasar ini terdapat distributor dan pedagang pengecer sekaligus. Tetapi mereka semua tetap bisa berdagang seperti biasa, dan stok bahan kebutuhan pokok bisa lebih terjamin ketersediaannya.

“Jadi, kalau beli ke distributor tidak bisa satu, harus tiga atau lima. Kalau beli satu ya di pengecer,” jelas Gustian Riau.

Kepala Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengaku terkesan dengan inovasi Kota Batam tersebut.

Menurutnya, kota-kota di Kaltim bisa mengadopsi sistem pasar distributor ini, khususnya untuk Samarinda sebagai ibu kota provinsi dan Balikpapan sebagai pintu gerbang Kaltim.

“Inovasi Batam sangat bagus untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. Distributor dan pengecer berada dalam satu pasar, sementara masyarakat terlayani dengan baik dan stok terjamin. Khususnya Samarinda sebagai ibu kota provinsi bagus untuk menerapkan ini,” saran Roby.

Rombongan juga sempat berkunjung ke Dekranasda Kota Batam untuk melihat lebih dekat hasil kerajinan batik dan kuliner khas Kota Industri tersebut. (mar)